SIMBOLDAN ARTI LAMBANG PAGAR NUSA Simbol LPS Pagar Nusa berupa gambar Pita bertulisan LAA GHAALIBA ILLA BILLAH yang melingkupi bola dunia di dalam kurva segi lima dengan beberapa atribut dan perincian sebagai berikut : Artinya, mereka melaksanakan suatu praktek, tapi mereka tidak memahami apa yang dilakukannya. Mereka menjadi semacam robot. Poinpembahasan 46+ Makna Warna Hijau adalah : makna warna biru, makna warna hijau dalam islam, makna warna kuning, makna warna hijau tua, warna hijau emerald, makna warna hitam, sifat warna hijau, arti warna hijau dalam psikologi, 46+ Makna Warna Hijau. Pasti saja para desainer meja dapur memiliki tantangan tersendiri dalam menciptakan Berikutini daftar nama bunga dan artinya: 1. Bunga Geranium. Tanaman herba tahunan ini tumbuh di area gundukan. Mereka memiliki bunga berwarna merah, merah muda, dan putih. Bunga ini kadang terlihat menggantung juga pada pot. Geranium beraroma manis dan kerap dipandang sebagai bunga yang membangkitkan semangat. Lihatriwayat. Berikut ini adalah daftar lambang kabupaten dan kota di Indonesia. Di Indonesia terdapat 416 kabupaten dan 98 kota termasuk didalamnya 1 kabupaten administrasi dan 5 kota administrasi yang ada di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang statusnya berbeda dengan kabupaten dan kota di provinsi lain, misalnya tidak adanya Pilkada . Empatbuah kitab dan satu keris Arti Lambang a. Segi lima menunjukkan dasar negara Pancasila dan Rukun Islam b. Satu sayap berwarna kuning berarti cita-cita tinggi c. Satu bintang di atas yang berarti kekayaan UNISDA sepanjang masa d. Genuk sebagai lambang daerah Kabupaten Lamongan yang artinya tempat udara jerni yang dibutuhkan setiap insan e Bintang bersudut lima dengan diatasnya terdapat pita yang berlipat lime bertuliskan Kabupaten Paser. - Daun Rotan 27 helai dan setangkai padi 20 biji serta 12 buah kapas sehingga berjumlah 29 buah. - Sebuat Anjat (Butah) dengan silangan parang terhunus dan tombak sumpitan. - Semboyan pada sehelai pita dengan tulisan " DAYA TAKA ". 2. Arti Lambang PNgBR7. SIMBOL DAN ARTI LAMBANG PAGAR NUSA Simbol IPS NU Pagar Nusa berupa gambar Pita bertuliskan LAA GHALIBA ILLA BILLAH yang melingkupi bola dunia didalam kurva segi lima dengan beberapa atribut dan perincian sebagai berikut Kurva segi lima merupakan simbolisasi dari Syari’at islam yang mempunyai lima rukun dan merupakan simbolisasi pada adanya rasa kecintaan kepada bangsa dan negara yang berpancasila. Tiga garis tepi yang sejajar dengan garis kurva merupakan lambang dari tiga pola utama yang berjalan bersama dalam cara hidup warga Nahdlatul Ulama yaitu Iman, Islam, Ihsan. Bintang sudut lima sebanyak sembilan buah dengan pola melingkar diatas bola bumi dan pada bagian paling atas bintangnya tampak lebih besar ini merupakan ekspresi dari pola kepemimpinan wali songo dan juga idealisasi dari suatu cita-cita yang bersifat maksimal karena selain bintang merupakan simbol kemuliaan juga jumlah sembilan merupakan angka tertinggi. Gambar cabang / trisula terletak ditengah bola dunia bagian atas tepat dibawah bintang terbesar merupakan manifestasi kenyataan historis bahwa senjata jenis inilah yang tertua dan lebih luas penyebarannya dibumi nusantara. Sebagai kelompok beladiri silat anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia IPSI Pagar Nusa memasukkan simbol tersebut supaya tidak tercerabut dari identitas persatuan beladiri asli Indonesia. Bola dunia / gambar bumi tepat ditengah merupakan ciri khas dari organisasi underbow Nahdlatul Ulama yag simbol utamanya berupa bumi dan tampar sebagaimana di lukiskan oleh tangan pertamanya KH. RIDLWAN ABDULLAH berdasar istikharahnya. Pita melingkupi bumi dengan tulisan LAA GHALIBA ILLALLAH yang artinya tidak ada yang menang mengalahkan kecuali dengan pertolongan Allah merupakan tata nilai beladiri khas Pagar Nusa. Kalimat ini pada awal pembentukannya berbunyi LAA GHALIBA ILLA BILLAH kemudian oleh KH. Sansuri Badawi dianjurkan untuk diberi tambahan ba sehingga berbunyi seperti sekarang. Warna hijau dan putih merupakan dua warna yang secara universal mengandung makna baik. Sebab segala yang bersih dan suci baik secara materiil fisik maupun inmateriil non fisik dapat disimbolkan dengan warna putih. Sedangkan hal-hal yang bersifat sejuk, subur, makmur, tenang, enak dipandang dan lain-lain yang membahagiakan selalu dapat disimbolkan dengan warna hijau. Warna putih merupakan warna cerah bagi orang-orang yang memperoleh kebahagiaan di akherat. Warna hijau merupakan warna pakaian ahli surga yang merupakan tempat kebahagiaan manusia. SIMBOL DAN ARTI LAMBANG PAGAR NUSA Simbol LPS Pagar Nusa berupa gambar Pita bertulisan LAA GHAALIBA ILLA BILLAH yang melingkupi bola dunia di dalam kurva segi lima dengan beberapa atribut dan perincian sebagai berikut Kurva segi lima merupakan simbolisasi dari Syari’at Islam yang mempunyai lima rukun dan merupakan simbolisasi pada adanya rasa kecintaan kepada bangsa dan negara yang berpancasila. Simbolisasi ini berangkat dari dasar pengertian rukun Islam yang Nabi SAW sampaikan Islam itu didirika atas lima Bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berhaji ke baitullah bagi yang mampu, dan puasa Ramadhan HR Bukhory Tiga garis tepi yang sejajar dengan garis kurva merupakan lambang dari tiga pola utama yang berjalan bersama dalam cara hidup warga Nahdlatul Ulama yaitu Iman, Islam, Ihsan sebagaimana Hadits Nabi SAW ketika ditanya oleh Malakat Jibril. Bintang sudut lima sebanyak sembilan buah dengan pola melingkar di atas bola bumi dan pada bagian paling atas bintangnya tampak lebih besar ini merupakan ekspresi dari pola kepemimpinan wali songo dan juga idealisasi dari suatu cita-cita yang bersifat maksimal karena selain bintang merupakan simbol kemuliaan juga jumlah sembilan merupakan angka tertinggi. Ini sesuai dengan mimpi Nabi Yusuf tentang bintang sebagai isyarat akan mencapai kemuliaan. Firman Allah SWT Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya Wahai ayahku sesungguhnya aku bemimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan ; kulihat semuanya sujud kepadaku. 4 Bintang terbesar mengisyaratkan adanya pola kepemimpinan yang dalam Islam merupakan suatu keharusan. Gambar cabang / trisula terletak ditengah bola dunia bagian atas tepat dibawah bintang terbesar merupakan manifestasi kenyataan historis bahwa senjata jenis inilah yang tertua dan lebih luas penyebarannya di bumi nusantara. Sebagai kelompok beladiri pencak silat anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia IPSI , Pagar Nusa memasukkan simbol tersebut supaya tidak tercerabut dari identitas persatuan beladiri asli Indonesia. Sebagaimana kita maklumi bersama Barang siapa memisahkan diri dari kelompok dimakan srigala Bola Dunia / gambar bumi tepat di tengah merupakan ciri khas dari organisasi underbow Nahdlatul Ulama yang simbol utamanya berupa bumi dan tampar sebagaimana di lukiskan oleh tangan pertamanya KH. RIDWAN ABDULLAH berdasar Istikharahnya. Pita melingkupi bumi dengan tulisan LAA GHAALIBA ILLAA BILLAH Yang berarti tidak ada yang menang mengalahkan kecuali dengan pertolongan Allah merupakan tata nilai beladiri khas Pagar Nusa. Kalimat ini pada awal pembentukannya berbunyi LAA GHAALIBA ILLALLAH kemudian oleh Sansuri Badawi dianjurkan untuk diberi tambahan ba sehingga berbunyi seperti sekarang. Hal ini sesuai dengan pola kalimat pada kalimat LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH yang bekonotasi umum am bagi segala bidang kehidupan. Sedangkan secara khusus khas dengan mengambil tibar bahwa dalam Al-Quran kegiatan-kegiatan yang melibatkan beladiri secara fisik maupun non fisik banyak disebut dengan menggunakan kalimat yang berasal dari akar kata ghalaba, maka Pagar Nusa menggunakan kalimat sebagaimana tercantum dalam simbol Firman Allah Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkanmu QS. Ali Imron 160 Orang orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah QS. Al-Baqarah 249 Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya, dan orang -orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut agama Allah itulah yang pasti menang. QS. Al-Maa-idah 56 . Warna Hijau dan putih merupakan dua warna yang secara universal mengandung makna baik. Sebab segala yang bersih dan suci baik secara materiil fisik maupun immateriil non fisik dapat disimbolkan dengan warna putih. Sedangkan hal-hal yang bersifat sejuk, subur, makmur, tenang, enak dipandang dan lain-lain yang membahagiakan selalu dapat disimbolkan dengan warna hijau. Warna Putih merupakan warna wajah cerah bagi orang-orang yang memperoleh kebahagiaan di akhirat. Warna hijau merupakan warna ahli sorga yang merupakan tempat kebahagiaan manusia, sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT. Mereka itulah bagi mereka surga , megalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. 31Dengan demikian kombinasi warna itu merupakan kombinasi warna yang mengidolakan pemandangan di Surga kelak. Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. QS Al-Insan 2 Pagar Nusa lahir sebagai bentuk keprihatinan para Kyai, ulama, pendekar serta tokoh-tokoh pencak silat terhadap pergeseran nilai pencak silat di dunia pesantren. “Pesantren kuno itu sekaligus padepokan silat,” kata Gus Maksum. Gus Maksum Jauhari atau Mbah Maksum memang selalu identik dengan dunia persilatan, terutama “PAGAR NUSA” . Pagar Nusa merupakan Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama hasil musyawarah para Kyai, ulama, pendekar serta tokoh-tokoh pencak silat NU pada tanggal 12 Muharram 1406 H di Jombang dan pada musyawarah kedua tanggal 3 Januari 1986 di pondok pesantren Lirboyo ditetapkan sebagai wadah para pesilat NU sekaligus mengukuhkan Mbah Ma’sum sebagai ketuanya. Mbah Maksum lahir di Kanigoro, Kras, Kediri, pada tanggal 8 Agustus 1944, salah seorang cucu pendiri Pondok Pesantren Lirboyo KH Manaf Abdul Karim. Semasa kecil ia belajar kepada orang tuanya KH Abdullah Jauhari di Kanigoro. Ia menempuh pendidikan di SD Kanigoro 1957 lalu melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Lirboyo, namun tidak sampai tamat. Selebihnya, ia lebih senang mengembara ke berbagai daerah untuk berguru ilmu silat, tenaga dalam, pengobatan dan kejadukan Sebagai seorang kiai, Mbah Maksum berprilaku nyeleneh menurut adat kebiasaan orang pesantren. Penampilannya nyentrik. Dia berambut gondrong, jengot dan kumis lebat, kain sarungnya hampir mendekati lutut, selalu memakai bakiak. Lalu, seperti kebiasaan orang-orang “nyleneh” di pesantren, Mbah Maksum tidak pernah makan nasi alias ngerowot. Uniknya lagi, dia suka memelihara binatang yang tidak umum. Hingga masa tuanya Mbah Maksum masih memelihara beberapa jenis binatang seperti berbagai jenis ular dan unggas, buaya, kera, orangutan dan sejenisnya. Dikalangan masyarakat umum, Mbah Maksum dikenal sebagai orang yang pemberani dan rendah hati. Kerendahan hati Mbah Maksum dirasakan sendiri oleh penulis, saat penulis, adik penulis serta beberapa pesilat Pagar Nusa Unisma datang untuk sillaturahmi sekaligus hendak turun di ajang pencak Dor PP Lirboyo. Mbah Maksum dengan rendah hati mempersilakan rombongan kami untuk masuk, makan bersama dan memberikan nasehat-nasehat yang tidak terkesan “menggurui’. Kesan kerendahan hati Mbah Maksum ini semakin dalam di hati kami, manakala Mbah Maksum mengetahui bahwa adik penulis adalah warga tingkat I PSHT Madiun. Tidak ada perbedaan sikap Mbah Maksum ke adik penulis. Bahkan Mbah Maksum menyampaikan 4 hal kepada kami semua, yakni pentingnya persatuan diantara sesama pesilat Nusantara. Kedua, ajang pencak Dor adalah ajang kejujuran, artinya di atas panggung tidak melihat aliran namun yang dilihat adalah kemampuan dari individu pesilat itu sendiri. Ketiga, ajang pencak Dor dan budaya pencak Silat harus senantiasa dilestarikan sebagai wadah pembinaan mental bangsa. Selanjutnya pesan terakhir dari Mbah Maksum adalah para pesilat harus memiliki jiwa ksatria dan senantiasa berbakti kepada agama, nusa dan bangsa. Keberanian dan kharisma Mbah Maksum tersebut seharusnya membangkitkan semangat pengembangan ilmu kanuragan dan pencak silat di pesantren maupun masyarakat, baik melalui wadah Pagar Nusa atau pun yang lain. Sebagai jenderal utama “pagar NU dan pagar bangsa” Mbah Maksum selalu sejalur dengan garis politik Nahdlatul Ulama, dia tak pernah terlibat politik praktis, tak kenal dualisme atau dwifungsi. Saat kondisi politik memaksa warga NU berkonfrontasi dengan PKI, Mbah Maksum menjadi komandan penumpasan PKI beserta antek-anteknya di wilayah Jawa Timur, terutama karesidenan Kediri. Ketika NU bergabung ke dalam PPP maupun ketika PBNU mendeklarasikan PKB, Gus Maksum selalu menjadi jurkam nasional yang menggetarkan podium. Namun dirinya tidak pernah mau menduduki jabatan legislatif ataupun eksekutif. Pendekar ya pendekar! Mbah Maksum wafat di Kanigoro pada 21 Januari 2003 lalu dan dimakamkan di pemakaman keluarga Pesantren Lirboyo dengan meninggalkan semangat dan keberanian yang luar biasa. Warna Kuning berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir dan batin dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa Bentuk Perisai Segi Lima berarti bahwa IPSI berasaskan landasan idiil Pancasila, serta bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati Sayap Garuda berwarna Kuning berototkan merah berarti kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan dan dinamika, Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar + 4 lembar + 8 lembar berarti tanggal berdirinya IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap 18 lembar, terdiri dari 17+1 berarti IPSI dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan berssatu membangun negara Untaian lima lingkaran melambangkan bahwa IPSI melalui olahraga merupakan ikatan peri kemanusiaan antara pelbagai aliran dengan memegang teguh asas kekeluargaan, persaudaraan dan kegotong royongan Ikatan pita berwarna merah,Putih bahwa IPSI merupakan suatu ikatan pemersatu dari pelbagai aliran Pencak Silat, yang menjadi hasil budaya yang kokoh karena dilandasi oleh rasa berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia. Gambar tangan putihdi dalam Dasar hijau menggambarkan bahwa IPSI membantu negara dalam bidang ketahanan nasional melalui pembinaan mental/fisik agar kader-kader IPSI berkepribadian nasional serta berbadan sehat, kuat dan tegap. Pagar Nusa adalah beladiri pencak silat yang menjadi salah satu Badan Otonom yang berada di bawah naungan NU Nahdlatul Ulama. Pagar Nusa didirikan 1986 tepatnya tanggal pada tanggal 03 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri Jawa Timur. Pendiri pagar Nusa adalah KH. Maksum Jauhari atau yang dikenal dengan sebutan Gus Maksum. Yang menjadi tujuan dibentuknya Pagar Nusa salah satunya yaitu untuk mewadahi perguruan pencak silat yang beraliran NU tanpa menghilangkan cirri khas yang ada pada masing-masing perguruan. Untuk lambang Pagar Nusa sendiri diciptakan oleh KH. Mujib Ridwan, beliau ini adalah putra dari seorang tokoh yang menciptakan lambing NU yaitu KH. Ridwan Abdullah. Ketika KH. Mujib Ridwan menciptakan labang Pagar Nusa, beliau bertabayun dan akhirnya dalam Musyawarah Besar Pagar Nusa di Lirboyo, Kediri, Jawa Timur disepakati. Disetiap simbol yang terdapat dalam lambing Pagar Nusa memiliki arti atau makna yang sangat dalam. Arti Lambang Pagar Nusa Lambang Pagar Nusa menjadi sebuah identitas dan cirri khas yang mutlak dari perguruan Pagar Nusa. Setiap santri atau warga Pagar Nusa tentunya sudah tahu akan arti lambang pagar nusa. Tetapi, bagi masyarakat NU dan Indonesia yang mungkin saja belum tahu, berikut ini adalah penjelasan mengenai arti atau makna lambang pagar nusa. Kurva Segilima Kurva segi lima memiliki arti lima rukun islam dan lima asas pancasila. Lima rukun islam diantaranya adalah syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji. Sedangkan lima asas pancasila yaitu 5 sila yang terdapat dalam pancasila. 3 garis berwarna putih 3 garis berwarna putih yang berada sejajar dengan kurva segilima memiliki arti 3 pola utama cara hidup warga NU yakni Iman, Islam, Ihsan. Iman artinya pendekar Pagar Nusa beriman kepada Allah SWT, Islam artinya pendekar Pagar Nusa beragama Islam, dan Ikhsan artinya pendekar pagar nusa mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Warna dasar hijau Warna hijau merupakan warna yang identik dengan NU. Warna dasar hijau memiliki arti kesejahteraan, kesuburan, kesejukan, ketentraman, kedamaian, dan kemakmuran. Tulisan pencak silat nahdlatul ulama Tulisan “pencak silat nahdlatul ulama” artinya bahwa pencak silat pagar nusa ini berada di bawah naungan NU. Sembilan bintang Sembilan bintang memilik arti jumlah walisongo yang ada 9. Satu bintang berada ditengah yang besar melambangkan derajat dan kewibawaan walisongo. Arti lain dari semmbilan bintang adalah satu bintang yang besar berada di tengah melambangkan Nabi Muhammad SAW, kemudian empat bintang yang berada di sebelah kanan melambangkan khulafaur rasyidin, dan empat bintang yang berada di sebelah kiri melambangkan jumlah mazhab yang ada 4. Bola dunia Bola dunia memiliki arti pagar nusa bersifat universal, maksudnya dapat berdri dan berkembang di seluruh dunia. Selain itu bola dunia juga memiliki arti bahwa pendekar pagar nusa ada di mana-mana. Pita dengan tulisan لا غالب الا بالله Tulisan لا غالب الا بالله memiliki arti "tidak ada kemenangan kecuali tanpa pertolongan ALLAH". Tulisan tersebut sekaligus merupakan motto pendekar Pagar Nusa. Trisula Trisula merupakan senjata tertua yang di bumi nusantara yang penyebarannya sangat luas. Selain itu simbol trisula juga menandakan pengembangan dan pelestarian pencak silat yang dilakukan pagar nusa merupakan identitas beladiri asli Indonesia. Itulah penjelasan singkat yang bisa kami tulis tentang arti bet pagar nusa. Semoga penjelasan tersebut dapat dimengerti khususnya untuk masyarakat NU dan juga Indonesia pada umumnya. Pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga yang berkembang di Indonesia. Olahraga pencak silat tidak terlepas dari tradisi masyarakat Indonesia serta salah satu olahraga yang berperan dalam perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Ada berbagai macam organisasi pencak silat yang terbentuk di Indonesia. Salah satunya adalah Pagar Nusa atau Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa. Organisasi pencak silat ini telah didirikan sejak 3 Januari 1986. Pondok Pesantren Lirboyo merupakan tempat bersejarah yang menjadi tempat peresmian Pagar Nusa. Nama Pagar Nusa diberikan oleh KH. Mujib Ridlwan yang juga merupakan pencipta lambang NU. Sebagai sebuah organisasi pencak silat resmi, Pagar Nusa juga mempunyai lambang tersendiri. Hal ini dilakukan agar semangat perjuangan dan tujuan dari Pagar Nusa dapat tercermin dalam lambang lambang dari sebuah organisasi tentu memiliki makna yang mendalam. Hal ini dikarenakan lambang menjadi identitas bagi organisasi tersebut. Sehingga, lambang perlu dibuat dengan makna yang mendalam. Hal ini juga terjadi pada lambang Pagar Nusa. Ada berbagai macam ornamen yang ada pada lambang Pagar Nusa. Salah satunya adalah bentuk segi lima yang menjadi bentuk utama dari lambang Pagar Nusa. Bentuk segi lima pada lambang Pagar Nusa melambangkan jumlah rukun Islam yaitu lima rukun. Selain itu, jumlah butir Pancasila sebagai dasar negara Indonesia juga lima. Oleh karena itu, bentuk segi lima ini menandakan bahwa Pagar Nusa memiliki dasar rukun Islam dan Pancasila saat menjalankan segi lima ini kemudian diberikan tepi garis berwarna putih yang berjumlah tiga buah. Tiga garis putih itu melambangkan bahwa sikap manusia dalam tiga bidang yaitu ibadah, akidah, dan muamalah. Tiga garis putih tersebut juga memiliki makna yang lain yaitu komponen penting dalam kehidupan seorang muslim yang harus dimiliki yaitu iman, islam, dan ihsan. Lambang Pagar Nusa juga dilengkapi dengan tulisan Pencak Silat Nahdlatul Ulama. Tulisan ini terletak di bagian atas lambang. Tulisan tersebut menandakan bahwa Pagar Nusa ada di bawah naungan Nahdlatul Ulama NU.Sementara itu, di bawah tulisan Pencak Silat Nahdlatul Ulama, terdapat 9 buah bintang. Ada 1 bintang besar di bagian tengah dan 4 bintang di kedua sisinya. Salah satu makna dari 9 bintang tersebut adalah 1 bintang besar melambangkan Nabi Muhammad SAW, 4 bintang di sebelah kanan melambangkan Khulafaur Rasyidin, dan 4 bintang di sebelah kiri sebagai jumlah mazhab yang ada dalam Islam. Makna yang lain adalah 9 buah bintang sama dengan jumlah Walisongo yang mengajarkan Islam di Indonesia. Sementara itu, ada trisula yang ada di tengah melambangkan alam rahim, alam dunia dan alam akhirat yang saling berkesinambungan dan seimbang. Di belakang trisula ada bola dunia yang melambangkan pendekar dari Pagar Nusa dapat berkembang di berbagai tempat. Sedangkan pita di depan bola dunia dan bertuliskan laa gholiba illabillah memiliki arti tiada kemenangan selain pertolongan dari Allah. Sedangkan background berwarna hijau melambangkan Lambang Pagar Nusa dengan Resolusi TinggiSebagai sebuah organisasi pencak silat aktif, Pagar Nusa tentu memiliki berbagai macam aktivitas. Dalam penyelenggaraan aktivitas atau kegiatan tersebut tentu membutuhkan lambang Pagar Nusa yang harus dicetak. Untuk memastikan bahwa kualitas gambar lambang Pagar Nusa baik atau resolusi tinggi, masyarakat bisa mengunduh logo dari Ada banyak gambar dengan kualitas tinggi di website tersebut.

lambang pagar nusa dan artinya