MaximumAdvantage *Jawaban* Maximum Advantage *Jawaban* Indonesia mampu menghasilkan karet lebih besar daripada Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan negara Indonesia memiliki keunggulan yang disebut Maximum advantage Average advantage Absolut advantage Comparative advantage
Tampilanmujahidin yang memenggal kepada tentara Syiah Irak dan Suriah tidak ada apa-apanya dengan apa yang dilakukan oleh tentara Amerika Serikat ket Amerika Serikat Lebih Kejam daripada Mujahidin - Kompasiana.com
Universitasyang berbasis di Amerika Serikat ini mengungkap penelitian tentang negara dengan penduduk paling malas di dunia. Universitas yang berbasis di Amerika Serikat ini mengungkap penelitian tentang negara dengan penduduk paling malas di dunia. Kamis, 26 Mei 2022; Cari. Network. Tribunnews.com;
Jakarta- Seorang Purnawirawan Jenderal TNI bersuara keras pada kepemimpinan SBY. Selama SBY dan Boediono berkuasa, sistem ekonomi yang dikembangkan Indonesia begitu liberal. Bahkan, lebih liberal dari Amerika Serikat tegas Ketua Badan Pengkajian Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD), Letjen (purn) Kiki Syahnakri.
30negara tambahan telah dinyatakan bebas visa ke Indonesia salah satunya Amerika Serikat - Travel - okezone travel
Berikutmerupakan perbandingan bonus peraih medali olimpiade Tokyo 2020 negara Indonesia dengan negara Amerika Serikat. #OlimpiadeTokyo2020 #Tokyo2020 #Indon
7kXCiO. Karet Indonesia adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah para atau hevea brasiliensis. Beberapa tumbuhan lain juga menghasilkan getah lateks dengan sifat yang sedikit berbeda dari karet, seperti anggota suku ara-araan, sawo-sawoan dan lainnya. Pada zaman perang dunia II, sumber-sumber ii terpakai untuk mengisi kekosongan pasokan karet dari para. Hingga kini getah perca sering berguna untuk kegiatan kedokteran. Sedangkan lateks sawo manila biasa terpakai untuk permen karet. Karet industri sekarang dapat diproduksi secara sintetis dan menjadi saingan dalam industri karet. Jenis Karet Karet dikenal karena kualitas elastisnya dan merupakan sebuah komoditi yang banyak berguna sebagai produk dan peralatan. Mulai dari produk-produk industri sampai rumah tangga. Ada 2 tipe karet yang terkenal luas yaitu Karet Alam dan Karet Sintetis. Karet alam ini terbuat dari getah atau lateks dari pohon karet. Sementara tipe sintetis terbuat dari minyak mentah. Kedua tipe ini dapat saling menggantikan dan karenanya mempengaruhi permintaan masing-masing komoditi. Ketika harga minyak mentah naik, permintaan untuk karet alam akan meningkat. Namun ketika gangguan suplai karet alam membuat harganya naik, maka pasar cenderung beralih ke karet sintetis. Bagian ini mendiskusikan sektor karet alam Indonesia. Indonesia adalah salah satu produsen karet alam terbesar di dunia. Budidaya Karet Kebanyakan karet komersial berasal dari getah pohon karet pare karet para rubber tree atau Hevea brasiliensis. Hevea brasiliensis berasal dari Brazil, Amerika Selatan. Mulai dibudidayakan sejak 1903 Sumatera Utara dan Jawa pada tahun 1906. Tanaman ini berasal dari sedikit semai yang berasal dari inggris ke Bogor pada tahun 1876. Sedangkan semai tersebut dari biji karet yang dikumpulkan oleh Wickman, seorang yang berasal dari inggris. Tanaman Karet merupakan tanaman tahunan yang tumbuh hingga umur 30 Tahun. Pohon karet sendiri dapat tinggi mencapai 15 hingga 20 Meter. Pohon karet memiliki sifat gugur daun sebagai respon tanaman terhadap kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan. Tanaman karet memiliki masa belum menghasilkan selama 5 tahun. Tanaman Karet Karet memiliki perakaran yang ekstensif, akar tunggangnya mampu tumbuh menembus tanah hingga 2 m, sedangkan akar lateralnya menyebar sepanjang lebih dari 10 m. Tanaman karet berbentuk pohon dengan tinggi 15-25 m, tipe pertumbuhan tegak dan memperlihatkan pola pertumbuhan dengan ritme. Batangnya berkayu dengan susunan dari luar ke dalam kulit keras terdiri dari lapisan gabus, kambium gabus lapisan sel batu. Kulit lunak dalamnya terdapat floem dan pembuluh lateks. kambium. kayu/xilem. pembuluh lateks melingkar pada jaringan floem seperti spiral membentuk garis vertikal dari kanan atas kiri dan ke kiri bawah. Daun karet merupakan daun majemuk. tangkai daun panjangnya 3-20 cm. Saat musim kering daunnya akan gugur. Masak buah normal sekitar 5 bulan. Pohon karet memerlukan suhu tinggi yang konstan 26 32 derajat celcius dan lingkungan yang lembab supaya dapat berproduksi maksimal. Kondisi-kondisi ini ada pada asia tenggara tempat sebagian karet dunia diproduksi. Sekitar 70% dari produksi karet global berasal dari Thailand, Indonesia dan Malaysia. Perlu waktu tujuh tahun sebatang pohon karet untuk mencapai usia produksinya. Setelah itu, pohon karet tersebut dapat berproduksi sampai berumur 25 tahun. Karena siklus yang panjang dari pohon ini, penyesuaian suplai jangka pendek tak berguna. BACA JUGAINILAH KOMODITAS UTAMA KABUPATEN FAKFAK, BIJI PALA Karakteristik Tanaman Karet Kondisi geografis Tanaman karet adalah tanaman daerah tropis. Daerah yang cocok untuk tanaman karet adalah 15 bujur lintang selatan atau 15 LS. Bila tanaman karet tertanam di luar zone tersebut sehingga memulai tumbuhnya pun akan lebih lambat. Dan berpengaruh pula untuk proses produksinya. Menanam tanaman karet memang mudah untuk diusahakan. Apalagi dengan kondisi negara indonesia yang tropis. Sangat cocok untuk tanaman yang berasal dari daratan amerika tropis. Hampir semua daerah Indonesia termasuk daerah yang tergolong kurang subur, karet dapat tumbuh baik dan menghasilkan lateks. Karena itu banyak masyarakat yang berlomba membuka tanahnya untuk menjadi perkebunan karet. Luas lahan karet yang ada di Indonesia mencapai 2,3 hingga 3 juta hektar. Ini merupakan lahan karet yang terluas di Dunia. Perkebunan karet yang besar banyak dikendalikan oleh Negara dan perusahaan swasta. Sedangkan perkebunan karet dalam skala kecil pada umumnya milik rakyat. Tanaman karet banyak ditanam pada ketinggian 0-500 mdpl, dengan ketinggian optimum 0-200 m. Semakin tinggi tempat penanaman pertumbuhan lambat sehingga saat buka sadap Matang menjadi tertunda. Berdasarkan hasil penelitian, hubungan ketinggian dengan rata-rata umur buka sadap matang adalah sebagai berikut 0-200 mdpl < 6 tahun 200-400 mdpl 7 Tahun 400-600 mdpl 7,5 Tahun 600-800 mdpl 8,6 Tahun 800-1000 mdpl 10 Tahun Tanaman Karet akan tumbuh baik pada lintang 6 Lintang utara LU – 6 Lintang Selatan LS. Namun masih bisa tumbuh baik pada lintang 10 LU – 10LS. Membutuhkan daerah panas dan lembab dengan suhu yang dikehendaki antara 24 hingga 28 derajat celcius. Curah hujan kurang dari 1500-2000 mm/th yang terdistribusi merata sepanjang tahun. Paling baik curah hujan 2500-3000 mm/th dengan 100-150 hari hujan. Tanaman karet dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah terdiri lempung berpasir dan liat pasir. pH tanah berkisar antara 4,3 – 5,0 dengan drainase tanah sedang. Waktu Waktu yang tepat untuk menanam karet adalah saat musim penghujan sehingga intensitas penyiraman bisa dikurangi. Bibit yang sudah siap ditanam adalah bibit yang mempunyai payung daun teratai yang sudah tua. Bibit ada pada bagian tengah lubang tanam dan tertimbun dengan tanah. Setiap 1 hingga 2 minggu, pemeriksaan bibit perlu dilakukan sehingga bibit yang mati bisa segera diganti untuk mempertahankan populasi tanaman karet. Penyulaman berguna untuk mengganti bibit yang tak tumbuh baik selama proses pertumbuhan di media tanam. Panen Lateks dapat diperoleh ketika melukai kulit batangnya sehingga keluar cairan kental yang kemudian ditampung. Cairan ini keluar akibat tekanan turgor dalam sel yang terbebaskan akibat proses luka. Aliran berhenti apabila semua isi sel telah habis dan luka tertutup oleh lateks yang membeku. Penyadapan Matang sadap tanaman karet akan siap ketika sudah patan sadap pohon. Artinya tanaman karet telah sanggup disadap untuk diambil lateksnya tanpa menyebabkan gangguan untuk sadap yang berdasarkan lilit batang dan umur tanaman. Bahasa mudahnya adalah suatu tindakan untuk membuka pembuluh lateks agar lateks yang terdapat pada dalam tanaman karet keluar. Berikut adalah syarat penyadapan yang baik. Kriteria Layak Sadap Diameternya lilitan batang berukuran 45 cm pada ketinggian 100 cm okulasi. Berumur 4, 5 atau 6 tahun tergantung pada klon dan lingkungan. ketebalan kulit mencapai 6-7 cm pada ketinggian 100 cm. Waktu penyadapan yang paling baik adalah pagi dengan asumsi jumlah lateks yang keluar dan kecepatan aliran lateks terpengaruhi oleh sel turgor yang mencapai maksimum pada saat menjelang fajar, kemudian menurun bila hari semakin siang, pelaksanaan penyadapan dapat terlaksana dengan baik apabila hari cukup terang. Manfaat Karet adalah bahan utama pembuatan ban. Beberapa alat-alat kesehatan, alat alat yang memerlukan kelenturan dan tahan goncangan. Beberapa tempat adalah perkebunan karet di Jember biji karet bisa jadi cemilan dengan proses tertentu rasanya gurih namun bila berlebihan kadang membuat pusing kepala. Komoditas karet merupakan salah satu komoditas terbesar Indonesia setelah minyak sawit, dan 85% produksinya dilakukan oleh petani kecil. Karet terdiri dari polimer senyawa organik isoprena, senyawa organik lainnya dan air. Kebanyakan karet komersial berasal dari getah pohon para karet. Sebagai produsen karet terbesar kedua di dunia, jumlah suplai karet Indonesia penting untuk pasar global. Sejak tahun 1980 industri karet Indonesia telah mengalami perubahan perkembangan produksi yang stabil. Kebanyakan hasil produksi karet negara ini telah mengalami pertumbuhan 80% karena produksi oleh petani kecil. Oleh karena itu perkebunan pemerintah dan swasta memiliki peran yang lumayan kecil dalam industri karet domestik. Kebanyakan produksi karet Indonesia berasal dari provinsi Sumatera Selatan. Sumatera Utara. Riau. Jambi. Kalimantan Barat. Total luas kebun karet Indonesia telah meningkat selama satu dekade terakhir. Pada tahun 2015 perkebunan karet negara ini telah mencapai luas total 3,65 Juta Hektar. Karena meninjau prospek industri karet positif dan telah terjadi peralihan dari perkebunan komoditas seperti kakao, kopi, teh menjadi perkebunan kelapa sawit dan karet. Jumlah perkebunan milik petani kecil semakin meningkat. Sementara perkebunan pemerintah dan swasta agak berkurang karena perpindahan fokus ke kelapa sawit. Sekitar 85% dari produksi karet Indonesia telah ekspor ke beberapa negara. Hampir setengah dari karet yang diekspor ini telah terkirim ke negara asia lain. Selain itu juga Amerika Utara dan Eropa. 5 Negara yang mengimpor karet dari Indonesia adalah Amerika Serikat, China Jepang, Singapura dan Brazil. Berbanding dengan negara kompetitor penghasil karet yang lain, Indonesia memiliki level produktivitas per hektar yang rendah. Hal ini terjadi karena usia pohon karet Indonesia umumnya sudah tua. Produk Karet Kementerian Perindustrian mencatat industri karet dalam negeri sejauh ini menyerap 550 ribu ton per tahun dari total produksi karet alam yang mencapai 3 juta per ton per tahun. Dari total karet alam yang terserap, 55%nya berguna bagi industri ban, 17%nya berguna sebagai industri sarung tangan dan benang karet dan 1% berguna sebagai alas kaki dan 9% nya berguna sebagai barang karet lainnya. Produk Primer Produk primer dari tanaman karet adalah karet alam. Karet alam sudah banyak beredar untuk kegunaannya sebagai bahan mentah dalam sejumlah produk. Sejauh ini 90% karet dunia berasal dari Asia Tenggara. Produk Sekunder Pengguna penting karet adalah industri otomotif khususnya ban. Hampir 70% karet alam kemudian menjadi ban mobil. Selain itu karet alam juga menjadi ikat pinggang pada beberapa negara
› Nusantara›Industri Karet Nasional Hadapi... Tahun 2023 akan menjadi tahun berat bagi industri karet. Permintaan tertekan akibat melambatnya industri otomotif yang disebabkan resesi dunia. Mitigasi harus disiapkan untuk menyelamatkan industri karet nasional. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Darwinto 47 menyelesaikan penyadapan batang pohon karet di perkebunan karet Lima Puluh Lidah Tanah, PT Socfin Indonesia, Desa Perkebunan Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Batubara, Sumatera Utara, Rabu 9/5/2018.MEDAN, KOMPAS — Industri karet nasional akan menghadapi tantangan cukup berat pada 2023 akibat volume ekspor yang menurun, harga karet petani yang anjlok, produksi yang terpuruk, dan persaingan industri ban yang kian ketat. Pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain didorong untuk menyiapkan mitigasi terutama dengan meningkatkan penyerapan dalam Dewan Karet Indonesia A Aziz Pane, kepada Kompas, Senin 26/12/2022, mengatakan, industri karet harus dipandang sebagai industri strategis karena merupakan salah satu komoditas ekspor andalan nasional. Indonesia mempunyai 3,6 juta hektar kebun karet dan masih berpeluang untuk dikembangkan. ”Dan yang paling penting, ada 2,9 juta petani karet di Indonesia yang sumber ekonomi keluarganya terutama berasal dari kebun karet. Industri ban dan pabrik karet remah juga menyerap tenaga kerja yang banyak. Karena itu, menyelamatkan industri karet nasional sangat penting,” kata SETIYAWANPekerja mendorong kotak berisi karet yang baru diolah di pabrik pengolah karet Bunut milik PT Bakrie Sumatera Plantation Sumut I di Kabupaten Asahan, Sumatera mengatakan, tantangan utama industri karet nasional adalah melemahnya permintaan karet di pasar dunia yang sebanyak 75 persen diserap oleh industri ban kendaraan. Pembelian bahan baku oleh pabrik-pabrik ban di banyak negara masih menunjukkan penurunan khususnya negara tujuan ekspor utama seperti Jepang, Amerika Serikat, Eropa, dan ekonomi dunia yang diperkirakan terjadi pada 2023 masih akan menekan industri otomotif yang pada akhirnya menurunkan permintaan karet remah. Selain itu, Indonesia juga mengekspor ban untuk original equipment OE/kebutuhan untuk mobil baru.Setelah terpuruk akibat Covid-19, kata Aziz, ekspor ban dari Indonesia sempat membaik pada semester I-2022. Namun, ekspor ban kembali menurun pada semester II. ”Ekspor ban ke Amerika Serikat dan Eropa menurun hingga 50 persen karena inflasi yang meroket di negara tersebut. Industri otomotif terpuruk di negara itu,” PT GAJAH TUNGGAL TBKPT Gajah Tunggal Tbk terus mengembangkan produksi dan pemasaran ban IRC untuk mendominasi pasar ban motor itu, ekspor ban ke Jepang juga menurun karena laju produksi mobil tersendat pasokan semikonduktor yang terhambat. Menurut Aziz, penurunan ekspor ban dari Indonesia juga disebabkan ekspansi pabrik ban dari China di Thailand maupun di China sendiri. Mereka menghasilkan ban yang jauh lebih murah karena bisa menekan biaya logistik dan juga Harga Anjlok, Pohon Karet DitelantarkanAziz menyebut, industri ban sangat bergantung pada pasar ekspor karena 70 persen produksinya dijual di pasar dunia, hanya sekitar 30 persen yang dapat terserap pasar domestik. ”Sepanjang 2022, diperkirakan volume ekspor ban Indonesia menurun 30 persen,” Aziz, penurunan penjualan ban di dalam negeri menurun hingga 20 persen setelah kenaikan harga bahan bakar minyak. Industri ban perlu melakukan berbagai persiapan menghadapi penurunan penjualan di tahun FATHONITampilan ban belakang tapak lebar pada sepeda motor. Pasar dalam negeri bisa diselamatkan dengan memaksimalkan potensi pasar ban sepeda motor yang sangat besar. Untuk pasar luar negeri, Indonesia harus meningkatkan daya saing untuk berhadapan dengan ekspansi pabrik ban dari China dan menurunnya permintaan bertahan di tengah ketidakpastian pasar karet di 2023, kata Aziz, pemerintah, pelaku industri, dan semua pemangku kepentingan harus menyiapkan mitigasi khususnya dengan meningkatkan serapan karet di dalam ban ke Amerika Serikat dan Eropa menurun hingga 50 persen karena inflasi yang meroket di negara untuk industri ban, ada banyak produk lain yang berpotensi menyerap karet alam dalam jumlah besar seperti sarung tangan karet, bantalan karet dermaga, karet peredam gempa untuk bangunan atau jembatan, bahan campuran aspal, hingga keset itu masih banyak diimpor dalam bentuk jadi dari luar negeri. Dengan pembatasan impor, produk-produk turunan karet diyakini akan berkembang di dalam ARIYANTO NUGROHOSelain masker dan pelindung wajah, tangan seorang kusir delman wisata di sekitar Jalan Ir H Djuanda, Bogor, dilengkapi sarung tangan karet, Minggu 21/6/2020. Menyelamatkan petaniTantangan terbesar industri karet nasional di tahun 2023 tidak hanya akan terjadi di sektor hilir. Persoalan di hilir dipastikan merembet ke hulu, yakni harga getah karet di tingkat petani yang bisa menurun drastis hingga menyentuh harga tidak wajar yang tidak mencukupi untuk menghidupi mendorong agar industri hilir sebagai ”lokomotif penarik gerbong” bisa memberikan harga yang lebih adil bagi petani dengan didukung regulasi dan kebijakan dari pemerintah. Di awal tahun 2022, harga karet petani masih Rp lalu anjlok mendekati Rp di akhir tahun juga Anjloknya Harga Mengancam, Karet Rakyat Kian DitinggalkanGairah petani menyadap karet menurun. Petani tetap menyadap karetnya karena tidak punya pilihan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Sebagian kebun karet dibiarkan telantar karena harga tidak cukup membayar tenaga kerja untuk menyadap semua kebun. Petani hanya menyadap semampu mereka.”Sinergi, kolaborasi, dan komitmen menjadi kunci menanggulangi keterpurukan karet alam di Tanah Air,” Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia Gapkindo Sumut Edy Irwansyah mengatakan, tantangan industri karet yang semakin berat mulai tergambar dari penurunan volume ekspor karet dari Sumut dalam beberapa bulan terakhir ini. Untuk pengapalan karet remah pada November hanya mencapai ton atau menurun 17,5 persen dari Oktober yang masih ton. Pada September, ekspor karet Sumut pun masih ton.”Volume ekspor karet remah Sumut pada November juga jauh dari volume rata-rata, yakni sampai ton per bulan,” kata penurunan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat yang turun 55,5 persen dan Brasil turun 30,3 persen dibandingkan Oktober. Faktor penyebab lain adalah pembeli beralih ke negara yang biaya logistiknya lebih kompetitif, yakni Thailand dan SINAGASuadi Purba 49 menebang tanaman karetnya di Desa Bah Damar, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Sabtu 3/11/2018. Petani menebang tanaman karet karena harga yang anjlok. Karet diganti dengan tanaman lain. Sungkunen Tarigan, Ketua Kelompok Tani Mbuah Page di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, mengatakan, di awal 2022 gairah petani sempat meningkat karena harga sempat menyentuh Rp per kilogram.”Kebun karet yang sudah sempat terbengkalai sudah mulai disadap lagi. Namun, harga yang terpuruk dalam beberapa bulan terakhir ini membuat petani menjadi lesu lagi,” kata berharap harga di tingkat petani bisa meningkat lagi minimal di Rp per kilogram. Menurut dia, harga itu harga minimal agar karet dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Jika tidak, petani akan meninggalkan kebun karet dan beralih ke tanaman lain atau menjadi buruh bangunan untuk sementara juga Harga Karet Petani Anjlok, Ekspor Karet Sumut Merosot EditorSIWI YUNITA CAHYANINGRUM
Mahasiswa/Alumni UIN Sumatera Utara07 Februari 2022 0818Halo Lee, kakak bantu jawab yaa Jawaban Jawaban yang tepat adalah pilihan C. Absolut advantage. Penjelasan Absoluet advantage keunggulan mutlak adalah teori dalam perdagangan internasional yang menyatakan bahwa suatu negara memiliki keunggulan terhadap negara lain secara mutlak dalam hal produksi jika mampu memproduksi dalam jumlah yang lebih besar. Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith. Dalam teori absolut advantage, keunggulan suatu negara hanya dilihat dari segi jumlah produksi. Jika negara tersebut memiliki keunggulan dalam produksi suatu barang dibandingkan negara lain maka negara tersebut memiliki keunggulan mutlak. Misalnya Indonesia mampu menghasilkan karet lebih besar daripada Amerika Serikat. Maka dalam hal ini, Indonesia memiliki keunggulan mutlak dibandingkan Amerika Serikat. Dengan demikian, kondisi negara Indonesia pada soal di atas menunjukkan bahwa negara Indonesia memiliki kunggulan yang disebut absolute advantage. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan C. Absolut advantage. Semoga dapat membantu. Terima kasih sudah bertanya dan terus gunakan Roboguru untuk membantu kamu ya!
ArticlePDF Available Abstractp>Rubber as an export commodity plays an important role in the national economy. Rubber prices fluctuate and tend to decline leading to lower national as rubber areas converted to other more prospective commodities. Downstream rubber industry enhancement is crucial for improving domestic rubber consumption and price stabilization in Indonesia. Export reduction policy carried out by the government for price stabilization is effective but only in the short term. Therefore, downstream rubber industry development is essential to deal with global rubber price fluctuation. Continuous supply and quality maintenance are crucial. Replanting should be implemented such that yield increases and its quality may compete with that imported. Abstrak Karet sebagai komoditas ekspor memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Harga karet yang fluktuatif dan menurun dapat memengaruhi produksi karet nasional karena alih fungsi lahan perkebunan karet ke komoditas lain yang lebih prospektif. Hal tersebut akan berdampak pada menurunnya devisa negara dan kesejahteraan petani. Pengembangan hilirisasi karet merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan serapan karet dalam negeri guna mengurangi pengaruh fluktuasi harga karet. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pengembangan hilirisasi karet dalam mencapai kestabilan harga karet di Indonesia. Kebijakan pengurangan ekspor yang dilakukan pemerintah dalam rangka stabilisasi harga karet cukup efektif, namun hanya berpengaruh dalam jangka pendek. Oleh karena itu pengembangan hilirisasi karet diperlukan untuk mengurangi pengaruh fluktuasi harga karet internasional. Pengembangan hilirisasi karet memerlukan dukungan pemerintah dalam berbagai aspek. Untuk menjaga kontinuitas dan kualitas karet untuk bahan baku industri hilir maka upaya peremajaan karet harus dilakukan agar produktivitas karet meningkat serta kualitasnya dapat bersaing dengan karet imporIndonesia is once country with an open economy, trade is one way to get the source of income for the country. therefore, Indonesian trying to be a exporters some excellent products, especially in the area of rubber plantations. This study aims to look and identify the impact of the adoption quota production of natural rubber to Indonesia and other major rubber producing countries in the ASEAN region, in this study using a rubber commodity time series data to be analyzed quantitatively through descriptive models and quantitative models. Deskritptif model used is multiple linear regression model. the results of this study demand for natural rubber imports from ASEAN countries China is influenced by several variables that the price of natural rubber, synthetic rubber prices , income per capita , exchange rates , and dummy variables. Judging from the competitiveness of Indonesia's natural rubber can not compete in terms of price with natural rubber Thai state, due to Indonesia's natural rubber are substitutes for natural rubber Thailand, while for Malaysia, Indonesia's natural rubber relationship is complementary. Indonesia’s export dependency on traditional marketcan be minimized by diversifying export HS 4001-natural rubber is one of Indonesia's main export commoditiesto Latin America. Given Indonesia's export growth to Latin America, the region could become potential market for diversifying export markets. This study aimed to analyze the competitiveness of rubber commodities and the factors affecting Indonesian rubber exports to Latin America, using secondary data ie cross section data of 6 export destination countries Argentina, Brazil, Chile, Colombia, Mexico, and Peru and time series data during 7 years 2009-2015. The analysis tools used RCA, EPD, and gravity model. Based on average RCA value, HS 4001 natural rubber Indonesia’s product is able to compete in Latin American market. Meanwhile EPD analysis identified, Indonesia’s main commodities are on rising star, falling star, and retreat positions. Gravity model analysis shows that the factors which influence Indonesia’s export to America Latin are GDP of export destination countries, real exchange rate, export price, and economic distance. indonesia mampu menghasilkan karet lebih besar daripada amerika serikat